Park Jae-bok, Sosok di Balik Langkah Awal K-Drama Menembus Dunia Lewat 'What Is Love?'

Park Jae-bok, Sosok di Balik Langkah Awal K-Drama Menembus Dunia Lewat 'What Is Love?'

Kepergian Tokoh yang Membuka Jalan bagi Ekspor Drama Korea

Dunia hiburan Korea Selatan kembali mengenang salah satu tokoh penting dalam perjalanan panjang Hallyu. Park Jae-bok, mantan direktur MBC yang dikenal sebagai salah satu pelopor ekspor drama Korea ke pasar internasional, meninggal dunia pada 7 Agustus 2026 pukul 02.37 waktu setempat di sebuah rumah sakit di Bucheon, Provinsi Gyeonggi. Ia wafat pada usia 66 tahun.

Menurut laporan Yonhap News Agency, Park Jae-bok dikenang sebagai figur yang memainkan peran penting pada masa awal ketika drama Korea mulai diperkenalkan kepada penonton luar negeri. Jauh sebelum istilah Hallyu atau Korean Wave menjadi fenomena global seperti sekarang, ia sudah melihat bahwa cerita-cerita Korea memiliki peluang untuk diterima oleh masyarakat internasional.

Bagi penonton Indonesia yang kini terbiasa menyaksikan drama Korea melalui berbagai platform digital seperti layanan streaming global, perjalanan tersebut mungkin terlihat sebagai sesuatu yang sudah sewajarnya terjadi. Namun, pada awal 1990-an, ketika internet belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan distribusi konten internasional masih sangat terbatas, membawa drama Korea ke luar negeri merupakan tantangan besar.

Park Jae-bok berada di masa ketika industri penyiaran Korea masih berfokus terutama pada pasar domestik. Upayanya menjual drama Korea ke luar negeri menjadi salah satu langkah awal yang kemudian membentuk fondasi industri K-drama modern.

'What Is Love?' dan Momen Awal K-Drama Mengenal Pasar Global

Salah satu karya yang paling melekat dalam perjalanan Park Jae-bok adalah drama MBC berjudul What Is Love? atau Sarang-i Mweogillae. Drama keluarga yang tayang pada awal 1990-an itu menjadi salah satu program Korea pertama yang berhasil menarik perhatian pasar luar negeri.

Pada 1992, setelah bergabung dengan MBC Production, Park Jae-bok mendorong ekspor What Is Love? ke Hong Kong. Pada tahun yang sama, ia juga membantu menjual drama sejarah populer Eyes of Dawn atau Yeomyeong-ui Nun-dongja ke Turki. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya awal memperkenalkan produksi televisi Korea kepada pemirsa internasional.

Kesuksesan What Is Love? kemudian memiliki dampak besar terutama di China. Drama ini akhirnya ditayangkan di China pada 1997 melalui CCTV dan mendapat perhatian luas dari masyarakat setempat. Fenomena tersebut menjadi salah satu momen yang sering disebut dalam sejarah awal munculnya ketertarikan terhadap budaya Korea di Asia.

Dalam konteks Indonesia, situasi ini memiliki kemiripan dengan perjalanan sinetron dan film nasional yang mencoba menembus pasar regional. Sebuah karya hiburan tidak hanya membutuhkan cerita yang menarik, tetapi juga membutuhkan jalur distribusi, strategi pemasaran, dan pihak-pihak yang berani membuka pintu ke pasar baru.

Dari Penjualan Program Televisi Menuju Fondasi Industri Hallyu

Sebelum Korea Selatan dikenal sebagai negara dengan industri hiburan global, ekspor program televisi Korea masih menghadapi banyak hambatan. Tidak seperti sekarang ketika drama Korea dapat langsung tersedia di berbagai negara melalui platform digital, distribusi pada masa itu membutuhkan negosiasi langsung dengan stasiun televisi asing.

Park Jae-bok tidak hanya menjual satu judul drama, tetapi juga membangun hubungan dengan pasar internasional. Pada 1993, ia membantu ekspor sejumlah drama seperti The Room of Women, Jealousy, dan Son and Daughter. Setahun kemudian, ia kembali memperluas daftar karya yang dipasarkan ke luar negeri melalui drama seperti Last Match dan Season of Storms.

Salah satu momen penting terjadi pada 1994 ketika ia menghadiri Sichuan TV Festival di China dengan membawa katalog program dalam bahasa Mandarin. Dalam kesempatan tersebut, ia berhasil menjual beberapa drama Korea kepada pihak luar negeri. Pada masa itu, membawa materi promosi dalam bahasa lokal merupakan strategi penting untuk membangun kepercayaan dengan calon pembeli.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan budaya populer Korea tidak hanya lahir dari kualitas produksi, tetapi juga dari strategi mengenalkan budaya tersebut kepada masyarakat dunia. Hal yang sama dapat dilihat dalam perkembangan K-pop, film Korea, kuliner Korea, hingga industri kosmetik Korea yang saat ini memiliki penggemar di berbagai negara termasuk Indonesia.

Peran Park Jae-bok dalam Perluasan Drama Korea ke Berbagai Benua

Setelah keberhasilan awal di Asia, drama Korea mulai mencari pasar yang lebih luas. Park Jae-bok juga terlibat dalam ekspansi karya Korea ke berbagai wilayah. Ia berperan dalam membawa drama seperti Stars in My Heart ke Amerika Latin dan ikut mendukung proses penyebaran drama Dae Jang Geum atau Jewel in the Palace ke pasar global.

Dae Jang Geum menjadi salah satu contoh bagaimana drama Korea mampu melampaui batas bahasa dan budaya. Kisah tentang seorang perempuan di era kerajaan Joseon yang mengejar keahlian dalam bidang kuliner dan pengobatan tradisional Korea berhasil menarik perhatian penonton dari berbagai negara.

Fenomena tersebut memiliki arti penting bagi negara-negara seperti Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia mulai mengenal budaya Korea melalui tayangan televisi sebelum kemudian beralih ke platform digital. Drama Korea tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkenalkan nilai keluarga, makanan, pakaian tradisional, sejarah, dan gaya hidup Korea.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa ekspor budaya bukan sekadar transaksi bisnis. Setiap drama membawa cerita tentang identitas sebuah negara dan menciptakan hubungan emosional dengan penonton asing.

Kontribusi Ekonomi dan Pengakuan atas Dedikasinya

Dalam wawancara dengan K-공감 pada 2005, Park Jae-bok menyebut bahwa nilai ekspor drama yang secara langsung ia kerjakan sejak 1992 mencapai 45,38 juta dolar AS. Angka tersebut menggambarkan besarnya peran aktivitas distribusi internasional pada tahap awal perkembangan industri konten Korea.

MBC Production kemudian mendapatkan penghargaan 1 Million Dollar Export Tower pada acara Trade Day tahun 2000 atas pencapaian ekspor konten siaran. Park Jae-bok juga menerima berbagai penghargaan, termasuk penghargaan khusus dari Korean Broadcasting Awards pada 2001 serta penghargaan dari pemerintah Korea Selatan.

Namun, warisan terbesarnya bukan hanya angka penjualan. Perannya adalah mengubah cara industri Korea melihat nilai sebuah program televisi. Drama tidak lagi hanya dianggap sebagai produk untuk konsumsi domestik, tetapi sebagai aset budaya yang dapat bersaing di pasar global.

Perubahan cara pandang tersebut menjadi dasar bagi perkembangan industri kreatif Korea saat ini. Kesuksesan serial Korea di Netflix, popularitas grup K-pop di panggung dunia, hingga meningkatnya minat terhadap budaya Korea memiliki hubungan dengan proses panjang yang dibangun oleh generasi sebelumnya.

Makna Warisan Park Jae-bok bagi Era K-Content Modern

Saat ini, K-drama berada dalam posisi yang sangat berbeda dibandingkan tiga dekade lalu. Penonton dari Indonesia, Jepang, Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika Latin dapat menikmati drama Korea hampir bersamaan dengan penayangan di Korea Selatan.

Namun, kemudahan akses tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang. Sebelum adanya layanan streaming dan media sosial, terdapat individu-individu yang harus membuka pasar, membangun jaringan, dan meyakinkan pihak luar negeri bahwa cerita Korea memiliki daya tarik universal.

Kepergian Park Jae-bok mengingatkan kembali bahwa kesuksesan Hallyu bukan terjadi secara tiba-tiba. Ada proses panjang yang melibatkan produser, penulis, aktor, perusahaan penyiaran, serta para profesional yang bekerja di balik layar.

Dalam pandangan para pengamat industri penyiaran Korea, Park Jae-bok adalah salah satu tokoh yang meletakkan fondasi bagi gelombang budaya Korea. Kwon Ho-jin dari Korean Broadcasting Society menyebutnya sebagai sosok yang membangun dasar Hallyu pada masa ketika istilah tersebut bahkan belum dikenal luas.

Bagi penggemar K-drama di Indonesia, kisah Park Jae-bok menjadi pengingat bahwa setiap tayangan Korea yang kini mudah ditemukan memiliki sejarah panjang di baliknya. Dari sebuah drama keluarga pada awal 1990-an hingga industri hiburan global bernilai miliaran dolar, perjalanan K-drama dibangun oleh keberanian membuka jalan baru.

Warisan Park Jae-bok bukan hanya tentang ekspor sebuah program televisi, tetapi tentang bagaimana sebuah cerita lokal dapat menemukan tempat di hati penonton dunia. Perjalanan tersebut terus berlanjut melalui generasi baru pembuat konten Korea yang membawa budaya Korea ke panggung internasional.

Source: Original Korean article - Trendy News Korea

댓글